Ayo Kenali Broker Kita! (Dealing Desk dan Non Dealing Desk)

dealing desk brokerDealing Desk = Bandar = Bucket Shop

Apa artinya bandar? ini berarti bahwa mereka dalam posisi melawan trading anda, kalau Anda loss maka mereka akan mendapatkan income. Anda loss $1000 maka bandar akan mendapatkan income $1000. Ini adalah cara kerja broker bandar.

Broker bandar ini umumnya akan membatasi trading style klien, dan juga ditambah dengan banyaknya ‘Trading Terms’ yang menguntungkan mereka sendiri. Hal tersebut terjadi karena memang Conflict of Interest diantara broker dan klien sangat tinggi. Hal ini juga membuka peluang terjadinya kecurangan-kecurangan tanpa sepengetahuan, seperti dengan cara eksekusi order dilambatkan, server sering down, hang, requote, harga tidak bergerak (freeze), stop loss hunting, dilarang memakai teknik ini itu, manipulasi harga, dan lain-lain supaya anda mudah kalah/loss.

Jadi agar orang tetap tertarik, maka biasanya mereka tampil dengan beragam iming-iming dan fasilitas yang fantastis, seperti leverage bisa sampai 1:500 bahkan 1:1000, bebas bunga, spread kadang super kecil dan fixed (gak sesuai market), bonus berjibun, bisa transfer dengan pihak ke-3 dan hal-hal lain yang bertujuan untuk menarik trader aga segera melakukan investasi.

Baca juga:  Broker Forex dengan Fasilitas Bank Lokal

Sebenarnya boleh-boleh saja trading melalui broker bandar. Tetapi harus mencari yang besar agar kuat membayar anda kalau menang dan harus yang teregulasi. (agar masih dapat terkontrol dalam batas kewajaran)

Broker Non Bandar = Non Dealing Desk/NDD

Ciri dan karakteristik dari broker Non Dealling Desk/NDD:

  • Mereka meengambil keuntungan hanya dari selisih spread.
  • Mereka meneruskan order (posisi buy/sell) dari klien ke ke liquidity provider-nya yang menjadi mitra broker (bisa bank besar atau bahkan pialang besar lainnya)
  • Tidak membatasi gaya trading kustomer seperti scalping, hedging, trap, dsb. Mengapa bisa bebas? karena memang tidak ada Conflict of Interest diantara broker dengan klien.
  • Karena NDD, harga yang tersedia di klien ya apa adanya tanpa terdapat perubahan atau campur tangan dari pihak broker. Akibatnya harga/spread tidak mungkin fixed (spread pasti berubah-rubah sesuai market/variable). Biasanya saat-saat menjelang berita, spread bisa melebar. Namun ada juga sisi baiknya, yaitu harga akan lebih transparan dan apa adanya.
  • Umumnya leverage yang diberikan tidaklah terlalu tinggi. Semua harus sesuai dengan apa yang ada di market sesungguhnya.
Baca juga:  Macam-Macam Metode Pembayaran Broker Forex

 

Sedangkan untuk broker non dealing desk ada 2 jenis yaitu: ECN dan STP.

  • Jenis STP

Broker STP (Straight Through Processing) adalah broker yang ordernya dilempar lagi ke broker yang lain, biasanya dilempar ke ECN (tapi kalau dilemparnya ke broker yang Dealing Desk ya bahaya juga)

Baik broker jenis ECN maupun STP tidak akan melawan trading anda, dan malah mereka lebih suka anda menang ataupun banyak bertrading (banyak frekuensinya/scalper), karena itu berarti pemasukkan untuk mereka.

  • Jenis ECN
Baca juga:  Investasi forex di Broker, Amankah?

Broker ECN adalah benar-benar ikut berpartisipasi di market seperti halnya bank besar yang berfungsi sebagai liquiditor, ataupun mempertemukan penjual dan pembeli di antara para usernya (tidak dibandarkan).

  • Broker Hybrid

Ada 1 lagi, yaitu jenis broker Hybrid. Yang ini merupakan kombinasi antara dealing desk dan ECN/STP. Biasanya broker jenis ini akan membandari untuk order yang kecil (micro, mini), tetapi untuk order yang lot besar maka akan diproses dengan ECN ataupun STP.

Mengenal broker forex termasuk dalam kategori mana tentunya gampang-gampang susah, mengingat proses dibalik layar sepenuhnya kita tidak bisa melihat. Banyak pula broker palsu yang ngakunya ECN/STP padahal tidak. Untuk itu kita harus jeli dalam mengamati tawaran serta perhatikan regulasi dari broker tersebut.

Leave a Reply